Skip to content
13 Maret 2013 / Abdullah

Tanah Ibarat Dapur

Selain  sebagai tempat berdirinya tanaman, tanah ibarat dapur yang menyediakan seluruh makanan yang dibutuhkan tanaman.  Di dalam dapur inilah disediakan semua keperluan tanaman yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi santapan yang siap disedot oleh tanaman.

Kalau bahan-bahan yang akan diolah di dapur habis atau tidak lengkap lagi, sudah barang tentu makanan yang disajikan pun tidak akan lengkap sesuai kebutuhannya.  Kalau tindakan pemupukan untuk menambah bahan-bahan yang kurang tidak segera dilakukan, tanaman akan tumbuh kurang sempurna, misalnya menguning, tergantung pada jenis zat yang kurang.

Menurut hasil penelitian, setiap tanaman memerlukan paling sedikit 16 unsur (ada yang menyebutnya zat) agar pertumbuhannya normal.  Dari ke-16 unsur/zat tersebut, 3 unsur (karbon, hydrogen dan oksigen) diperoleh dari udara, sedangkan 13 unsur lagi disediakan oleh tanah.  Jadi, tanah sebagai dapur bagi tanaman setidaknya harus tersedia 13 jenis menu agar pertumbuhan tanaman normal.  Ke-13 unsur tersebut adalah nitrogen (N), phosphor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur atau belerang (S), khlor (Cl), ferum atau besi (Fe), mangan (Mn), kuprum atau tembaga (Cu), zink atau seng (Zn), boron (B), dan molybdenum (Mo).

Tanah dikatakan subur dan sempurna jika mengandung lengkap unsure-unsur tersebut di atas.  Kalau sudah diketahui unsure-unsur yang dibutuhkan tanaman, apa hubungannya dengan pemupukan?.  Ke-13 unsur tersebut amat terbatas jumlahnya di dalam tanah.  Terkadang tanah pun tidak mengandung unsure-unsur tersebut secara lengkap.  Hal itu bisa terjadi karena dari dulu memang sudah habis tersedot oleh tanaman saat kita tidak henti-hentinya bercocok tanam tanpa diimbangi dengan pemupukan.

Apakah ke-13 unsur ini ada dalam bentuk pupuk?.  Jawabnya, ada.  Kalau begitu, mengapa dari dulu jenis pupuk yang ada di pasaran hanya itu-itu saja?.  Sebetulnya jumlah pupuk yang ada di pasaran belakangan ini sudah cukup banyak.  Hanya saja untuk pupuk dengan unsure-unsur tertentu yang dibutuhkan dalam jumlah banyak dan diberikan lewat akar dari dulu memang jenisnya hanya itu-itu saja, seperti pupuk P, N, dan K.  Mengapa bisa begitu?

Kalau dilihat dari segi jumlah yang disedot oleh tanaman, dari ke-13 unsur hara tersebut, hanya enam unsure saja yang diambil dalam jumlah banyak , unsure-unsur tersebut disebut unsure makro.  Ke-6 jenis unsure makro tersebut adalah N, P, K, S, Ca dan Mg.  Namun demikian, bila dilihat kegunaan ke-6 unsur tersebut hanya tiga unsure saja yang mutlak ada di dalam tanah dan perlu bagi tanaman.  Sementara tiga unsure lainnya lagi boleh ada dan boleh juga tidak ada meskipun dibutuhkan dalam jumlah banyak.  Ketiga unsure yang mutlak ada ialah N, P, dan K.  Oleh karena hanya tiga unsure tersebut itu saja yang dibutuhkan dalam jumlah banyak dan mutlak harus ada maka sejak dulu pupuk yang diciptakan pun diutamakan yang mengandung ketiga unsure tersebut.  Sehingga lahirlah pupuk yang mengandung N seperti urea, P seperti TSP, dan K seperti KCl

Bagaiman dengan unsure-unsur lainnya di luar yang dibutuhkan dalam jumlah banyak?.  Unsur ini pun tidak kalah pentingnya bagi tanaman sehingga harus ada, tidak boleh tidak.  Jika salah satu saja tidak ada maka pertumbuhan tanaman menjadi kurang beres.  Hanya saja, masing-masing unsure ini dibutuhkan sangat sedikit sehingga diperkirakan masa habisnya di dalam tanah cukup lama.  Namun, karena system bercocok tanam dilakukan terus menerus maka belakangan ini pun sering tanaman kurang unsure tersebut.  Unsur tersebut yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit ini disebut dengan unsure mikro, yang antara lain : Cl, Mn, Fe, Cu, Zn, B dan Mn.

Untuk menanggulangi kekurangan unsure mikro pada tanaman, akhir-akhir ini bermunculan pupuk mikro yang rata-rata diberikan lewat daun.  Belakangan pupuk yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan pupuk daun ini tidak saja berisi unsure mikro, tetapi sudah dilengkapi dengan unsure makro.  Bisa dimaklumi kalau pupuk daun yang berisi unsure hara lengkap tersebut begitu disukai petani.  Selain pemberiannya lebih praktis, khasiatnya pun lebih terlihat.  Tidak perlu heran kalau kini jenis pupuk daun sudah mencapai banyak macam dengan berbagai merk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: