Skip to content
17 Maret 2013 / Abdullah

Ekologi dan Ilmu Lingkungan

Ekologi pertama kali berasal dari dari seorang ahli biologi German Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani “Oikos” (rumah tangga) dan “logos” (ilmu), secara harfiah ekologi berarti ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup.  Yang merupakan rumah tangga makhluk hidup adalah lingkungan hidupnya.  Disinilah mereka saling berinteraksi dengan sesamanya dan dengan komponen-komponen yang tidak hidup dalam mempertahankan kelangsungan system.

Ada beberapa definisi tentang ekologi :

  1. Miller, 1975

Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya

  1. Odum, 1971

Ekologi adalah kajian struktur dan fungsi alam, tentang struktur dan interaksi antara sesama organisme dengan lingkungannya

  1. Odum, 1975

Ekologi adalah kajian tentang rumah tangga bumi termasuk flora, fauna, mikro organisme dan manusia yang hidup bersama saling tergantung sama lain

  1. Otto Soemarwoto

Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Dalam ekologi hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya (ekosistem) bersifat obyektif, manusia dipandang sama dengan makhluk hidup yang lain.  Dalam ilmu lingkungan manusia dibedakan dengan makhluk lain, pandanga hubungan antara manusia dengan lingkungan bersifat subjektif (ekologi = environmental biology dan ilmu lingkungan = environmental science).

Dalam ilmu lingkungan manusia mempunyai hak khusus, semuanya dipandang dari kepentingan manusia, tetapi manusia juga harus mempunyai tanggung jawab yang paling besar terhadap lingkungannya dimana tanggung jawab ini tidak mungkin diserahkan kepada makhluk hidup lain.

Manusia memandang alam dari sudut pandang manusia, yaitu antroposentrik.  Manusia menganggap alam diciptakan untuk kepentingan dirinya.  Sudut pandang ini secara implicit berarti bermilyar tahun telah dibutuhkan untuk merancang bangun alam agar tercipta lingkungan yang sesuai dengan kehidupan manusia.  Ilmu dan teknologi diciptakan untuk menguasai alam.  Dengan pandangan antroposentrik yang disertai oleh keinginan taraf hidup yang makin tinggi dan perkembangan ilmu dan teknologi yang amat pesat, eksploitasi lingkungan semakin meningkat.  Kecenderungan peningkatan itu ditanmbah pula oleh anggapan adanya sumberdaya umum yang dimiliki bersama atau boleh dikatakan tidak ada yang memiliki.

Di sinilah perlunya kita mempelajari lingkungan hidup, agar kita dapat menempatkan diri sesuai dengan porsinya di dalam lingkungan yang harus kita jaga.

Sumber : Ir.  Valentinus Darsono, Ms : Pengantar Ilmu Lingkungan, 1995.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: